Farmasi Klinis merupakan praktek kefarmasian yang berorientasi kepada pasien lebih dari orientasi kepada produk. Praktek pelayanan farmasi klinik di Indonesia relatif baru berkembang pada tahun 2000-an, dimulai dengan adanya beberapa farmasis yang belajar Farmasi Klinis di berbagai institusi pendidikan di luar negeri.

Istilah farmasi klinik mulai muncul pada tahun 1960-an di Amerika, yaitu suatu disiplin ilmu farmasi (Pharmacy Clinical Science) yang dikembangkan dengan menekankan fungsi farmasis dalam memberikan asuhan kefarmasian (Pharmaceutical Care) kepada pasien. Tujuan farmasi klinis adalah untuk memaksimalkan efek terapi, meminimalkan resiko, meminimalkan biaya pengobatan, serta menghormati pilihan pasien.

Meskipun demikian, perkembangan pelayanan farmasi klinis di Indonesia masih lambat. Karena konsep farmasi klinis oleh tenaga kesehatan di Rumah Sakit belum dapat diterima sepenuhnya, sehingga farmasis terkesan kurang menyakinkan untuk bisa memainkan peran dalam pengobatan. Salah satu penyebabnya, sebelum tahun 2001, pendidikan farmasi masih bersifat monovalen dengan muatan sains yang masih cukup besar. Padahal paradigma pendidikan farmasi klinik saat ini telah bekembang, dari drug oriented menjadi patient oriented. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi SMK YPF, untuk membuka kompetensi keahlian ini.

Kalo kamu udah lulus, kamu bisa kerja sebagai asisten tenaga kefarmasian di apotek, klinik, atau rumah sakit. Kamu juga bisa bekerja di pedagang besar farmasi (PBF).