0851-7432-1077

24/7 Customer Support

Senin - Sabtu : 08:00-15:00

Jam Pelayanan

Apa itu Jurusan Farmasi Klinis & Komunitas?

Farmasi Klinis & Komunitas adalah cabang ilmu farmasi yang berfokus pada pelayanan kefarmasian langsung kepada pasien, baik di lingkungan klinis (rumah sakit, klinik) maupun komunitas (apotek, puskesmas, industri kesehatan masyarakat). Jurusan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang obat-obatan, penggunaannya, serta dampaknya terhadap kesehatan pasien.

Materi yang Dipelajari

Peserta didik jurusan Farmasi Klinis & Komunitas akan mempelajari berbagai disiplin ilmu yang mencakup aspek klinis, farmakologi, serta pelayanan kesehatan. Beberapa mata kuliah utama meliputi:

  1. Farmakologi – Studi tentang obat-obatan dan efeknya pada tubuh manusia.
  2. Farmasi Klinik – Pendekatan berbasis pasien dalam terapi obat, termasuk interaksi obat dan efek sampingnya.
  3. Manajemen Apotek – Pengelolaan operasional apotek, termasuk penyimpanan dan distribusi obat.
  4. Ilmu Resep & Dispensing – Teknik peracikan, penyaluran, dan konsultasi penggunaan obat kepada pasien.
  5. Toksikologi – Studi tentang efek racun dari zat kimia dalam obat-obatan.
  6. Farmasi Komunitas – Peran apoteker dalam masyarakat, termasuk edukasi kesehatan dan promosi penggunaan obat yang rasional.
  7. Farmakokinetika & Farmakodinamika – Studi tentang bagaimana obat bekerja dalam tubuh manusia.
  8. Etika dan Hukum Kefarmasian – Regulasi terkait praktik farmasi di rumah sakit dan komunitas.

Peluang Karier Lulusan Farmasi Klinis & Komunitas

Lulusan dari jurusan ini memiliki peluang kerja yang luas di berbagai sektor kesehatan, di antaranya:

  1. Apoteker Komunitas – Bekerja di apotek untuk memberikan layanan konsultasi obat kepada pasien.
  2. Farmasis Klinik – Berperan dalam tim medis di rumah sakit untuk mengawasi terapi obat pasien.
  3. Tenaga Farmasi di Puskesmas – Bertanggung jawab atas distribusi obat dan edukasi kesehatan di tingkat komunitas.
  4. Industri Farmasi – Terlibat dalam penelitian dan pengembangan obat serta pengawasan mutu produk farmasi.
  5. Regulator Kesehatan – Bekerja di badan pengawas obat dan makanan (BPOM) untuk memastikan keamanan dan efektivitas obat