Bandung, 24 Februari 2025 – Sepuluh siswa dari SMK YPF Bandung tampil dalam ajang bergengsi ASEAN Model di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan (UNPAS). Bertempat di kampus FISIP UNPAS, Jalan Lengkong Besar No. 68, Kota Bandung, tim SMK YPF berperan sebagai delegasi dari Lao PDR dalam simulasi sidang yang mengangkat tema Transboundary Haze Pollution. Dengan bimbingan Ardi Afriansyah, M.Pd., para siswa beradu argumentasi, menawarkan solusi, dan menunjukkan kemampuan diplomasi mereka dalam forum akademik yang kompetitif ini.
Kompetisi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada peserta dalam memahami dinamika diplomasi antarnegara, terutama dalam menangani isu-isu lingkungan seperti polusi asap lintas batas. Dalam simulasi sidang, tim SMK YPF yang terdiri dari Ikram (X TF 2), Sandry (XI FI), Gessy (XI FKK), Nisa (XI FI), Fairuz (XI FI), Nabilah (XI KA), Najmi (XI KA), Alisha (XII FI), Valdita (XI FII), dan Saffa (XII FKK) berperan sebagai diplomat yang mewakili kepentingan dan kebijakan Lao PDR terkait masalah kabut asap lintas negara. Mereka berdiskusi dan bernegosiasi dengan delegasi dari sekolah lain untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.
Selama jalannya simulasi, para peserta dari SMK YPF menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang isu lingkungan serta strategi diplomasi. Mereka mengusulkan pendekatan berbasis kerja sama regional melalui mekanisme ASEAN, termasuk peningkatan pengawasan kebakaran hutan, penguatan kerja sama dalam mitigasi dampak asap lintas batas, serta penerapan kebijakan lingkungan yang lebih ketat. Pemaparan yang logis dan argumentasi yang kuat membuat tim SMK YPF mendapat apresiasi dari juri serta peserta lainnya.
Menurut Ardi Afriansyah, M.Pd., keberhasilan tim dalam ajang ini merupakan hasil dari latihan intensif yang melibatkan riset mendalam dan simulasi debat. “Mereka telah berlatih secara intensif, memahami kebijakan negara yang diwakili, serta mengasah keterampilan berbicara di depan umum. Partisipasi ini tidak hanya mengasah keterampilan akademik tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan mereka,” ujarnya. Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan partisipasi dalam ASEAN Model, delegasi SMK YPF tidak hanya mengasah keterampilan komunikasi dan negosiasi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kerja sama dalam mengatasi permasalahan global. Keikutsertaan mereka dalam kompetisi ini menunjukkan bahwa siswa SMK mampu bersaing dalam forum intelektual dan memiliki peran dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.